Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2009

Sebuah Harapan

Hari itu minggu 19 Oktober 2008, setelah aku pulang dari masjid, istriku memanggilku dengan wajah yang agak berbeda dari biasanya. Dengan mimik memelas dia menunjuk lantai kamar kami. Kontan kulihat setetes darah di lantai dan seketika itu aku langsung tersadar, mungkin hari itu adalah hari yang kami tunggu selama ini, hari kelahiran anak pertama kami. Tanpa berlama-lama,dengan mengucap Basmallah saat itu juga aku ajak istriku ke bidan langganan kami. Aku sebut bidan langganan, karena memang sudah empat bulan terakhir kami, kesehatan istri dan bayiku diperiksa rutin oleh ibu Dwi Endang Setyawati, sang bidan. Paling tidak itu yang bisa aku lakukan sebagai suami siaga, segera membawa istri ke bidan setelah melihat tanda-tanda persalinan. Yang aku tahu, keluarnya darah adalah salah satu tanda kalau bayi dalam kandungan sudah tidak betah dalam kegelapan, ingin segera melihat dunia luar. Dengan teliti Bu Endang memeriksa istriku, dan disimpulkan bahwa pagi itu belum waktunya anak kami lahir...